About: Kish civilization     Goto   Sponge   NotDistinct   Permalink

An Entity of Type : dbo:Country, within Data Space : dbpedia.org associated with source document(s)
QRcode icon
http://dbpedia.org/describe/?url=http%3A%2F%2Fdbpedia.org%2Fresource%2FKish_civilization

The Kish civilization or Kish tradition is a time period corresponding to the early East Semitic era in Mesopotamia and the Levant. Coined by Ignace Gelb, the epoch began in the early 4th millennium BC.

AttributesValues
rdf:type
rdfs:label
  • Kish civilization
  • Peradaban Kiš
rdfs:comment
  • Peradaban Kiš atau kebudayaan Kiš adalah peradaban yang menuturkan bahasa Semit Timur Kuno di Mesopotamia dan Syam pada awal milenium ke-4 SM. Penamaan peradaban ini dipopulerkan oleh . Peradaban ini hingga mencakup situs arkeologi Ebla dan Mari di utara, Syam serta dan Kiš (Akkadia purba) di Mesopotamia tengah yang membentuk wilayah Uri seperti yang dikenal oleh bangsa Populasi Semit Timur bermigrasi dari tempat yang sekarang menjadi Syam dan menyebar ke Mesopotamia, dan populasi baru dapat berkontribusi pada runtuhnya Periode Uruk pada kira-kira 3100 SM. Budaya Semit Timur awal ini dicirikan oleh kesamaan bahasa, sastra, dan ortografi yang membentang dari Ebla di barat hingga Abu Salabikh di Timur. Nama-nama pribadi dari kota Sumeria Kiš menunjukkan sifat bahasa Semit Timur dan mengung
  • The Kish civilization or Kish tradition is a time period corresponding to the early East Semitic era in Mesopotamia and the Levant. Coined by Ignace Gelb, the epoch began in the early 4th millennium BC.
foaf:depiction
  • External Image
  • External Image
foaf:isPrimaryTopicOf
dct:subject
Wikipage page ID
Wikipage revision ID
Link from a Wikipage to another Wikipage
sameAs
dbp:wikiPageUsesTemplate
gold:hypernym
prov:wasDerivedFrom
page length (characters) of wiki page
has abstract
  • Peradaban Kiš atau kebudayaan Kiš adalah peradaban yang menuturkan bahasa Semit Timur Kuno di Mesopotamia dan Syam pada awal milenium ke-4 SM. Penamaan peradaban ini dipopulerkan oleh . Peradaban ini hingga mencakup situs arkeologi Ebla dan Mari di utara, Syam serta dan Kiš (Akkadia purba) di Mesopotamia tengah yang membentuk wilayah Uri seperti yang dikenal oleh bangsa Populasi Semit Timur bermigrasi dari tempat yang sekarang menjadi Syam dan menyebar ke Mesopotamia, dan populasi baru dapat berkontribusi pada runtuhnya Periode Uruk pada kira-kira 3100 SM. Budaya Semit Timur awal ini dicirikan oleh kesamaan bahasa, sastra, dan ortografi yang membentang dari Ebla di barat hingga Abu Salabikh di Timur. Nama-nama pribadi dari kota Sumeria Kiš menunjukkan sifat bahasa Semit Timur dan mengungkapkan bahwa penduduk kota memiliki komponen Semit yang kuat dari awal sejarah yang tercatat. Gelb menganggap Kiš sebagai pusat peradaban ini. Kesamaan tersebut termasuk penggunaan sistem penulisan yang berisi logogram non-Sumeria, penggunaan sistem yang sama dalam penamaan bulan dalam setahun, penanggalan oleh tahun pemerintahan dan sistem pengukuran serupa di antara banyak kesamaan lainnya. Namun Gelb tidak menganggap adanya pemerintahan tunggal yang memerintah wilayah tersebut karena setiap kota memiliki sistem pemerintahannya sendiri yang berdaulat, selain beberapa perbedaan linguistik antara bahasa Mari dan Ebla walaupun mirip. Kiš merupakan bahasa Semit Timur yang independen, berbeda dari bahasa Akkadia pra-Sargon dan bahasa Ebla-Mari. Peradaban Kiš dianggap berakhir dengan munculnya Kekaisaran Akkadia pada abad ke-24 SM.
  • The Kish civilization or Kish tradition is a time period corresponding to the early East Semitic era in Mesopotamia and the Levant. Coined by Ignace Gelb, the epoch began in the early 4th millennium BC. The tradition encompasses the sites of Ebla and Mari in the Levant, Nagar in the north, and the proto-Akkadian sites of Abu Salabikh and Kish in central Mesopotamia which constituted the Uri region as it was known to the Sumerians.The East Semitic population migrated from what is now the Levant and spread into Mesopotamia, and the new population could have contributed to the collapse of the Uruk period c. 3100 BC. This early East Semitic culture is characterized by linguistic, literary and orthographic similarities extending from Ebla in the west to Abu Salabikh in the East. The personal names from the Sumerian city of Kish show an East Semitic nature and reveals that the city population had a strong Semitic component from the dawn of recorded history, Gelb consider Kish to be the center of this civilization, hence the naming.The similarities included the using of a writing system that contained non-Sumerian logograms, the use of the same system in naming the months of the year, dating by regnal years and a similar measuring system among many other similarities. However Gelb doesn't assume the existence of a single authority ruling those lands as each city had its own monarchical system, in addition to some linguistic differences for while the languages of Mari and Ebla were closely related, Kish represented an independent East Semitic linguistic entity that spoke a dialect (Kishite), different from both pre-Sargonic Akkadian and the Ebla-Mari language. The Kish civilisation is considered to end with the rise of the Akkadian empire in the 24th century BC.
is foaf:primaryTopic of
is Link from a Wikipage to another Wikipage of
is Wikipage redirect of
is Wikipage disambiguates of
is cultures of
Faceted Search & Find service v1.17_git93 as of Oct 15 2021


Alternative Linked Data Documents: PivotViewer | ODE     Content Formats:   [cxml] [csv]     RDF   [text] [turtle] [ld+json] [rdf+json] [rdf+xml]     ODATA   [atom+xml] [odata+json]     Microdata   [microdata+json] [html]    About   
This material is Open Knowledge   W3C Semantic Web Technology [RDF Data] Valid XHTML + RDFa
OpenLink Virtuoso version 08.03.3322 as of Oct 25 2021, on Linux (x86_64-generic-linux-glibc25), Single-Server Edition (61 GB total memory, 51 GB memory in use)
Data on this page belongs to its respective rights holders.
Virtuoso Faceted Browser Copyright © 2009-2021 OpenLink Software